Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama'. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

Biografi Syaikh Utsaimain


Beliau adalah Abu ‘Abdillah Muhammad bin Sholeh bin Muhammad bin Sulaiman bin ‘Abdirrohman Al Utsaimin Al Wuhaibi At Tamimi. Beliau lahir pada tanggal 27 Ramadhan 1347 H di desa unaizah, salah satu tempat di daerah Qasim Saudi Arabia. Beliau menikah dengan seorang wanita dan dikaruniai 8 orang anak, 5 laki-laki dan 3 perempuan. Nama anak laki-laki beliau adalah : Abdullah, Abdurrohman, Abdul ‘aziz, Abdu zuhaim, dan Ibrahim, sedangkan nama-nama anak perempuan tidak di sebutkan.
Beliau mengikuti jejak para salafus sholeh dalam menuntut ilmu. Beliau mulai menghafal al quranul karim sejak masih kecil dan belajar membaca al quran dengan kakeknya dari jalur ibu yang bernama Syaikh Abdurrohman bin Sulaiman Ad Dhamigh rahimahullah. Kemudian beliau terus melazimi untuk menuntut ilmu dengan seorang mufasir yang bernama Syaikh Abdurrohman bin Nashir As-Sa’adi yang mana beliau adalah guru pertama Syaikh Utsaimin. Syaikh Utsaimin mengatakan bahwa Syaikh Abdurrohman As-Sa’adi banyak memberikan pengaruh pada saya dalam metode pembelajaran, memaparkan ilmu serta pendekatan kepada para murid melalui contoh-contohndan substansi-substansi makna. Syaikh Abdurrohman As-Sa’adi adalah orang yang memiliki akhlaq yang agung dan mulia, sangat mendalam ilmunya dan tekun dalam beribadah.Syaikh Abdurrohman As-Sa’adi adalah orang yang paling baik akhlaqnya yang pernah saya lihat.

Selasa, 10 April 2012

Imam Bukhori


Imam Bukhori adalah salah satu dari enam tokoh penghimpun hadits sahih yang paling terkenal, yaitu: Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmizi, Imam Nasa’i, dan Imam Ibn Majah.
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn Bardizbah. Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail, terkenal kemudian sebagai Imam Bukhari, lahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M), cucu seorang Persia bernama Bardizbah. Kakeknya, Bardizbah, adalah pemeluk Majusi, agama kaumnya. Kemudian putranya, al-Mughirah, memeluk Islam di bawah bimbingan al-Yaman al Ja’fi, gubernur Bukhara. Pada masa itu Wala dinisbahkan kepadanya. Karena itulah ia dikatakan “al-Mughirah al-Jafi.”
Ayah beliau, Ismail, seorang ulama besar ahli hadits. Ia belajar hadits dari Hammad ibn Zayd dan Imam Malik. Riwayat hidupnya telah dipaparkan oleh Ibn Hibban dalam kitab As-Siqat, begitu juga putranya, Imam Bukhari, membuat biografinya dalam at-Tarikh al-Kabir. Ayah Bukhari disamping sebagai orang berilmu, ia juga sangat wara’ (menghindari yang subhat/meragukan dan haram) dan takwa. Diceritakan, bahwa ketika menjelang wafatnya, ia berkata: “Dalam harta yang kumiliki tidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat.” Dengan demikian, jelaslah bahwa Bukhari hidup dan terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu, taat beragama dan wara’. Tidak heran jika ia lahir dan mewrisi sifat-sifat mulia dari ayahnya itu.